Imas Rohilah

Mengajar Mulok Mapel Bahasa Sunda di sebuah SMP di Cianjur; menakluk globalisasi dengan berpijak pada tradisi; dan menyeduh kopi untuk sang suami. Dah gitu aja....

Selengkapnya
Salikur Carpon Patrem, Tongkat Estafet yang Tak Pernah Putus

Salikur Carpon Patrem, Tongkat Estafet yang Tak Pernah Putus

Judul : Salikur Carpon Patrem

Katagori : Sastra (Antologi Cerita Pendek Berbahasa Sunda)

Pengarang : Anggota Patrem (Paguyuban Pengarang Sunda Wanita)

Editor : Chye Retty Isnendes

Penerbit : Dunia Pustaka Jaya

Tahun terbit : 2017

Kota Terbit : Jakarta

Dimensi : 213 mm X 147 mm X 10 mm

Patrem, organisasi pengarang Wanita Sunda, kembali menerbitkan antologi cerita pendek Sunda (Carita Pondok) dengan judul Salikur Carpon Patrem. Sebagaimana judulnya terdapat 21 cerpen karya para anggota Patrem. Para pengarang yang berkontribusi dalam antologi ini beragam ada pengarang-pengarang senior, ada pula pengarang-pengarang junior. Dari yang tertua (lahir 1933) sampai yang termuda (lahir 1987). ini mencerminkan tongkat estafet yang terus dijalankan. Antologi ini merupakan karya keempat sejak Patrem berdiri tahun 1983. Karya-karya sebelumnya Guriang Tujuh (1984), Di Basisir Cijayana (1984), dan Surat keur ka Sawarga (1999). Lahirnya antologi ini menandai tekad kuat untuk mempertahankan eksistensi Patrem sebagai organisasi yang sudah berdiri lama dan memiliki visi misi yang jelas.

Patrem sendiri merupakan organisasi Pengarang Sunda wanoja (wanita) yang kelahirannya dibidani di antaranya oleh Dr. Hc. Popong Otje Djungdjunan (saat ini menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI Periode 2014-2019). Diberi nama Patrem merujuk pada segi keindahan dan kekuatan patrem (tusuk konde) yang citranya sudah sangat melekat dengan seorang Citra Resmi Ayu Wangi Diah Pitaloka, Putri Sunda yang gugur di Palagan Bubat demi membela harga dirinya sebagai wanoja Sunda. Patrem melambangkan keindahan dan kekuatan kaum wanita Sunda yang kokoh memegang teguh jati diri wanita Sunda; bertekad memberikan kontribusi terbaik terhadap kekayaan sastra Sunda secara khusus, serta keragaman dan keindahan karya sastra nusantara pada umumnya.

Berbagai tema tersaji dalam antologi Salikur Carpon Patrem: suara batin seorang ibu, kedekatan dengan Sang Khalik, hingar-bingar nuansa politik terkini, cerita cinta yang tak lekang oleh jaman, sampai lakon prostitusi, yang katanya profesi paling tua di dunia. Kualitas karya yang di atas rata-rata mencerminkan tingkat kehandalan para pengarang anggota Patrem, padahal bila dilihat dari sisi ekstrinsik para pengarangnya sangat beragam, baik dari segi usia, latar belakang pendidikan, maupun latar belakang profesi.

Dengan mengutip pendapat Showalter, Chye Retty Isnendes, sang editor menguraikan bahwa terdapat empat ciri tulisan kaum wanita dalam antologi ini: (1) tulisan wanita perihal badannya, (2) tulisan wanita perihal bahasanya, (3) tulisan wanita perihal jiwanya, dan (4) tulisan wanita perihal budayanya. Keempat persoalan tersebut nampak tercermin dalam 21 cerpen yang tersaji.

Isi antologi ditampilkan secara alfabetis berdasarkan nama pengarangnya, dimulai dari Aam Amilia, Ami Raksanagara, Anita Rohani, Chye Retty Isnendes, Cicih Kurniasih, ED Jenura, Etti R.S., Firda Aulia, Imas Rohilah, Naneng Danengsih, Nina Rahayu Nadéa, Nita Widiati Efsa, Nunung Saadah, Pipiet Senja, Risnawati, Ruhaliah, Tetti Hodijah, Tety S. Nataprawira, Tiktik Rusyani, Wasta Ai, dan diakhiri Yooke Tjuparmah.

Dikemas apik dengan gambar jilid dalam nuansa warna semburat lembayung lukisan “Senja di Selat Sunda” karya Yus Rusamsi, buku ini enak dibaca. Testimoni dari para pengarang Sastra Sunda senior, pemred media massa, dan kalangan akademisi, melengkapi antologi ini. Selain itu, para pembaca akan lebih mengenal para pengarangnya dengan membaca biografi singkat yang ditampilkan di halaman belakang buku.

Kiranya kumpulan cerpen ini baik dijadikan bahan pelajaran dan materi perkuliahan sastra Sunda. Wajib dibaca oleh para guru, dosen sastra Sunda, para pelajar SMA, para mahasiswa Sastra Sunda, dan siapapun yang mencintai bahasa dan sastra Sunda.*** Cianjur, April 2017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali